WELCOME/SELAMAT DATANG*********MAT MELIHAT-LIHAT DI BLOG RESMI SAYA YUAH? DARI HALAMAN INI,ANDA AKAN MENEMUKAN HALAMAN LAIN YANG SANGAT MENARIK,DIANTARANYA UCAPAN SELAMAT MALAM,KATA MUTIARA,KATA GOMBAL/RAYUAN,YOUTUBE DLL. . . . . . .ENJOY. . . .
Cari Blog Ini/SEARCH THIS BLOG
Kamis, 24 Juni 2010
penyebab perut buncit
KOMPAS.com -
Pengukuran lingkar perut
sebenarnya merupakan
salah satu metode menilai
jaringan lemak di perut.
"Tujuannya untuk
mengetahui apakah
seseorang telah masuk dalam kategori berisiko
obesitas dan terjadi komplikasi metabolik,"
ungkap Ralph Girson, SpPD, dari RS Royal
Progress, Jakarta. Kondisi tersebut
meningkatkan potensi terjadinya sindrom
metabolik seperti diabetes melitus (kencing
manis), hipertensi (darah tinggi), dislipidemia
(gangguan lemak darah/kolesterol), serta dapat
meningkatkan risiko terjadi penyakit
kardiovaskular dan penyumbatan pembuluh
darah.
Batasan lingkar perut yang ditetapkan oleh
WHO, untuk Asia Pasifik adalah di bawah 90
cm untuk laki-laki dan di bawah 80 cm untuk
wanita.
Penyebab bertambahnya lingkar perut ini bisa
berbagai macam, di antaranya;
Gaya Hidup
Pola makan yang tidak benar adalah penyebab
utama pertambahan lingkar perut. Kebiasaan
hidup yang kurang aktivitas dan konsumsi
makanan yang berlebih dari energi yang
dibutuhkan, membuat sisa kalori disimpan
sebagai lemak dalam sel-sel lemak.
Lemak menumpuk di seluruh tubuh, termasuk
daerah perut, dan akan meningkat seiring
pertambahan berat badan dan gaya hidup yang
buruk.
Kalori berlebih ini tersimpan dalam banyak
makanan rendah serat maupun tinggi lemak
jenuh. Makanan seperti olahan daging, beberapa
jenis margarin, goreng-gorengan terutama
dengan minyak goreng yang digunakan
berulang, sayur kalengan, beberapa makanan
ringan, kue daging merah, dan masih banyak
lagi.
Usia
Secara alami, aktivitas akan berkurang seiring
dengan pertambahan usia. Bukan hanya
aktivitas yang berkurang, massa otot pun akan
berkurang ketika latihan sudah kurang intens. Ini
semua menyebabkan penambahan berat badan
dan lingkar perut, apalagi aktivitas yang
berkurang tidak diimbangi dengan mengurangi
asupan kalori. Hasilnya, semakin bertambah
usia semakin bertambah lingkar perut.
Gen
Beberapa pendapat mengatakan, jika orangtua
atau kakek-nenek memiliki perut buncit, maka
potensi untuk memiliki perut buncit pun
semakin besar. Dengan kata lain, orang dapat
berkecenderungan menumpuk lemak di perut
secara genetik. Namun, jika tidak mengalami
pertambahan berat badan yang radikal, bagian
tengah tubuh Anda pun tidak akan berkembang
pesat.
Selain itu, kebanyakan pria cenderung
menyimpan lemak di perut atas dan panggul
(bentuk tubuh apel), sehingga dikatakan pria
lebih berpotensi memiliki perut buncit.
Sedangkan sebagian besar wanita sebelum
menopause cenderung menyimpan lemak di
perut bawah, sisi paha, pinggul, dan pantat
(bentuk tubuh seperti buah pir). Setelah
menopause, lemak akan lebih banyak tersimpan
di perut. Hal ini telah dikodekan dalam gen dan
tidak dapat dikendalikan ke mana lemak akan
tersimpan. Satu-satunya yang bisa dilakukan
adalah menghindari pertambahan berat badan
berlebih.
Alkohol
Ungkapan "perut bir" (beer belly) bukanlah
mitos. Faktanya, mengonsumsi alkohol terlalu
banyak dapat menyebabkan tubuh kurang
efisien dalam membakar lemak. Lemak pun
semakin banyak tertimbun dalam tubuh seiring
berjalannya waktu dan kebiasaan
mengonsumsi alkohol yang terus berjalan.
Hormon
Peningkatan stres dalam kehidupan sehari-hari
seperti kurangnya tidur, dapat menyebabkan
lemak perut bertambah. Kondisi kurang tidur
meningkatkan produksi hormon kortisol dalam
otak dan ini meningkatkan penumpukan lemak
perut.
Lemak Perut
Sebuah penelitian oleh Lawson Health Research
Institute menyebutkan, hormon perangsang
nafsu makan dan pengatur proporsi energi
yang disimpan dalam bentuk lemak, NPY atau
neuropeptide-Y juga diproduksi oleh lemak
perut. NPY menghasilkan ulang sel-sel perkusor
sel lemak, yang kemudian berubah menjadi sel-
sel lemak.
Dapat dikatakan, obesitas kemudian menjadi
semacam lingkaran setan di mana seseorang
menjadi makan lebih banyak karena hormon
NPY yang dihasilkan oleh lemak perutnya.
Padahal NPY juga menghasilkan sel-sel lemak
lebih banyak untuk ditumpuk menjadi lemak
perut.
Labels:
Kompas.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
thank you for your comment. Trimakasih banyak buat comen nya yuah?