Cari Blog Ini/SEARCH THIS BLOG

Selasa, 21 Februari 2012

Hidup itu singkat

Hidup itu singkat,
seperti rumput yang tumbuh pada waktu pagi
dan layu pada waktu petang.

Kita memang tidak akan tahu kapan hidup kita
akan berakhir. Namun, selagi masih ada
kesempatan, gunakanlah waktu dengan
bijaksana.

Life is short, like the grass
that grows in the morning
and wither in the evening.

We do not know when our
lives will end. However,
while there is still a chance,
use time wisely.

3 komentar:

  1. Andai seseorang bertanya, "Kapan Anda
    akan mati?", apa jawaban Anda? Ini
    pertanyaan yang sulit. Banyak orang
    meninggal di usia tua, tetapi tidak sedikit
    juga yang meninggal di usia muda, bahkan
    kanak-kanak. Kematian memang bisa
    menjemput manusia kapan saja, sesuai
    waktu Tuhan. Walaupun demikian, ternyata
    ada banyak orang yang tidak mau berpikir
    mengenai kematian. Hal-hal yang berbau
    kematian kerap dibuang jauh-jauh dari
    pikiran. Dianggap tabu untuk dibicarakan.
    Ini memang ironi. Akibatnya, sebagian dari
    kita kemudian tidak berpikir: "Bagaimana
    saya mempersiapkan kematian?", "Mau ke
    mana saya setelah mati?" Sebaliknya, lebih
    kerap berpikir: "Selagi masih muda,
    nikmatilah hidup", "Apa lagi yang harus
    saya capai di hidup ini?"

    BalasHapus
  2. Kita perlu belajar dari Musa. Berapakah usia
    Musa saat meninggal? Ia berusia 120 tahun
    (Ulangan 34:7) cukup panjang. Akan tetapi,
    apa yang ia katakan mengenai hidup? Hidup
    itu singkat, seperti rumput yang tumbuh
    pada waktu pagi dan layu pada waktu
    petang (ayat 5-6). Oleh sebab itu, Musa
    memohon hikmat Tuhan agar mampu
    menghitung hari. Artinya, ia sangat
    menyadari bahwa hidup itu singkat. Karena
    itu, ia minta dimampukan untuk mengisi
    hidupnya secara bijaksana.

    BalasHapus
  3. WAKTU BEGITU CEPAT BERLALU
    AMBILLAH KEPUTUSAN YANG TEPAT
    SEBELUM MENYESAL

    Sabda.org

    BalasHapus

thank you for your comment. Trimakasih banyak buat comen nya yuah?