Hidup itu singkat,
seperti rumput yang tumbuh pada waktu pagi
dan layu pada waktu petang.
Kita memang tidak akan tahu kapan hidup kita
akan berakhir. Namun, selagi masih ada
kesempatan, gunakanlah waktu dengan
bijaksana.
Life is short, like the grass
that grows in the morning
and wither in the evening.
We do not know when our
lives will end. However,
while there is still a chance,
use time wisely.
Andai seseorang bertanya, "Kapan Anda
BalasHapusakan mati?", apa jawaban Anda? Ini
pertanyaan yang sulit. Banyak orang
meninggal di usia tua, tetapi tidak sedikit
juga yang meninggal di usia muda, bahkan
kanak-kanak. Kematian memang bisa
menjemput manusia kapan saja, sesuai
waktu Tuhan. Walaupun demikian, ternyata
ada banyak orang yang tidak mau berpikir
mengenai kematian. Hal-hal yang berbau
kematian kerap dibuang jauh-jauh dari
pikiran. Dianggap tabu untuk dibicarakan.
Ini memang ironi. Akibatnya, sebagian dari
kita kemudian tidak berpikir: "Bagaimana
saya mempersiapkan kematian?", "Mau ke
mana saya setelah mati?" Sebaliknya, lebih
kerap berpikir: "Selagi masih muda,
nikmatilah hidup", "Apa lagi yang harus
saya capai di hidup ini?"
Kita perlu belajar dari Musa. Berapakah usia
BalasHapusMusa saat meninggal? Ia berusia 120 tahun
(Ulangan 34:7) cukup panjang. Akan tetapi,
apa yang ia katakan mengenai hidup? Hidup
itu singkat, seperti rumput yang tumbuh
pada waktu pagi dan layu pada waktu
petang (ayat 5-6). Oleh sebab itu, Musa
memohon hikmat Tuhan agar mampu
menghitung hari. Artinya, ia sangat
menyadari bahwa hidup itu singkat. Karena
itu, ia minta dimampukan untuk mengisi
hidupnya secara bijaksana.
WAKTU BEGITU CEPAT BERLALU
BalasHapusAMBILLAH KEPUTUSAN YANG TEPAT
SEBELUM MENYESAL
Sabda.org